Sabtu, 08 Juni 2013

TRANSFORMASI MAKNA BUDAYA TATO


1.7  Transformasi makna yang terjadi mengenai budaya tato ?
Pada dasarnya budaya merupakan wujud yang abstrak dri kebudayaan. Budaya merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan lepas satu dari yang lainnya, tetapi selalu berkaitan menjadi suatu system budaya. Salah satu unsure kebudayaan yang dimilki oleh setiap masyarakat adalah kesenian. Di Indonesia bentuk-bentuk kesenian yang ada pada setiap suku bangsa sangat beragam, namun mencerminkan cirri khas suatu bangsa tersebut. Seni merupakan salah satu bidang kajian yang penting dipelajari dalam antropologi sebab para ahli antropologi menemukan bahwa seni mencerminkan nilai-nilai kebudayaan dan perhatian rakyat, khususnya pada kesenian tradisional seperti mitos, legenda dan dongeng.
Seni merupakan hasil karya dan kesanggupan akal manusia dalam menciptakan sesuatu yang luar biasa berdasarkan olah rasa dan pikirang yang mengandung ciri estetika. Seni senantiasa mengalami perubahan, bergantung pada perkembangan kehidupan masyarakat. kebudayaan telah mengalami transformasi di zaman yang seperti ini. Transformasi kebudayaan generic ke kebudayaan diferensial yang membuat ada perbedaan tentang kebudayaan di argumen-argumen masyarakat. Pada awal perkembangannya, kesenian erat kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan diri dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tertentu. Pada pertunjukkan suku primitive, kesenian dan agama seringkali berbaur.
Di samping untuk mengapresiasikan nilai-nilai esteikanya, bentuk-bentuk kesenian dilakukan untuk memenuhi nilai religious masyarakat. Misalnya, pada upacara keagamaan, kebiasaan tato merupakan salah satu upaya untuk memuja dan mendekatkan diri dengan roh-roh leluhur. Budaya tato yang terdahulu tato adalah budaya turun temurun dalam sebuah suku masyarakat. Tato pada awalnya ditemukan di mesir ditemukan di Mesir pada waktu pembangunan The Great Pyramids. Saat orang-orang mesir memperluas kerajaan mereka, seni dari tato pun ikut menyebar. Perkembangan peradaban dari Crete, Yunani, Persia, dan Arabia semakin memperluas bentuk seni tersebut. Pada kira-kira 200 SM, seni tato menyebar ke  cina.
Kata tato sendiri berasal dari kata Tahitian yaitu “tatu” yang berarti “untuk menandakan sesuatu”. Sebenarnya tato memiliki sesuatu yang sangat penting dalam tradisi. Misalnya di Borneo, para wanita mento dirinya sebagi symbol yang menunjukkan keahlian khusus mereka. Suku maori di New Zealand membuat tato yang berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan pantat. Menurut mereka ini adalah tanda bagi keturunan yang baik. Di kepulauan Solomon, tato ditorehkan pada wajah perempuan sebagai ritus untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Orang-orang suku Nuer di Sudan memakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak laki-laki.
Orang-orang Indian melukis tubuh dan mengukir kulit mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukkan status social tertentu. Sementara bagi bagiorang Dayak Ahoeng, tato dibuat dari jelaga asam hitam damar yang dibakar dan dicampur sari daun terung pipit adalah lentera atau lampu penerang menuju surga layaknya damar yang digunakan zaman dahulu. Juga, penanda status seseorang. Tato pada suku mentawai salah satu tertua di dunia sejak 1.500-500 sebelum masehi. Bangsa Mentawai adalah suku proto Melayu dari Yunan, dengan pengaruh budaya Dongson. Istilah tato dalam bahasa mentawai disebut titi, sedangkan pembuatannya dinamakan sopatiti. Fungsi tato bagi orang mentawai sebagai tanda wilayah atau suku, tato juga penanda status sosial mengarah pada pekerjaan, dan terakhir bentuk keindahan diekspresikan dalam tubuh.


1.8  Pandangan kalangan masyarakat jaman sekarang terhadap tato
Tato adalah  bagian dari seni, bukan lagi untuk dunia kekerasan dan kriminalitas. Tato sebuah ajang ekspresi seseorang untuk menampilkan kreasi atau hobi seseorang. secara umum pandangan masyarakat zaman sekarang sangat negative terhadap tato. Seringkali orang yang bertato dianggap memiliki nilai criminal dan sebagai bentuk kejahatan dan mulai dianggap sebagai fesyen, karena tato bisa mempercantik dan menambah rasa percaya diri seseorang atau sebagai aksesoris tubuh. Komunitas tato juga mulai banyak. Ditambah lagi dengan maraknya studio-studio tato dan di beberapa kota besar seperti Bali, Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.
Kebanyakan masyarakat saat ini merasa bahwa adalah hal yang pantas untuk ditentang dan dihindari serta para orang bertato dan bertindik atau yang biasa disebut kolektor ini pun mendapat image yang negative dari masyarakat. Padahal sejarah tato yang pada kenyataannya adalah kebudayaan lama masyarakat dunia bahkan di Indonesia sendiri kepada para masyarakat. Memang bukti-bukti sejarah tato ini kurang begitu jelas, namun para ahli mengambil kesimpulan bahwa seni tato sudah ada sejak 12.000 tahun SM. Jaman dulu tato digunakan untuk semacam ritual bagi suku-suku kuno seperti Maori, Inca, Ainu, Polynesians, dan lain-lain.
Konon menurut sejarahnya, tato pada awalnya ditemukan di Mesir pada waktu pembangunan The Great Pyramids. Dan kemudian orang-orang Mesir memperluas kerajaan mereka dikuti dengan menyebarnya seni tato. Perkembangan peradaban dari Crete, Yunani, Persia, dan Arabia semakin memperluas bentuk seni tersebut. sekitar tahun 2000 SM, seni tato menyebar ke Tiongkok. Dan kata tato sendiri berasal dari bahasa Tahitian yaitu “tutu”, yang berarti “tanda/menandakan sesuatu”. Perubahan faham tersebutlah yang membuat masyarakat berfikiran negative terhadap budaya tato. Istilah tato dalam bahasa Mentawai disebut titi, sedangkan pembuatnya dinamakan sopatiti.
Fungsi tato bagi orang Mentawai sebagai tanda wilayah atau suku, tato juga penanda status sosial mengarah pada pekerjaan, dan terakhir bentuk keindahan diekspresikan dalam tubuh. Mirip masyarakat Dayak. Seperti ditulis oleh A. Halim. R. dalam opini “Tato dan Eksistensi Budaya Dayak” di harian Pontianak Post edisi 3 Januari 2008. Dia menyebut tato sebagai ritual tradisional terkait peribadatan, kesenian, penanda kelompok sosial tertentu. Sedangkan rajah pada tubuh dianggap bentuk kesetiaan dan pertalian ikatan yang tidak bisa dipisahkan hingga mati. Motif tato pada kulit badan dipercaya bisa menangkal kejahatan, dan membawa keselamatan bagi penggunanya. 
Dari tradisi dua suku itu, M. Dwi Marianto, penulis buku “Tato” sekaligus dosen Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, menyebut tato peninggalan kebudayaan tradisional Indonesia, bentuk ekspresi seni pada tubuh. Marianto menyebut tradisi rajah dalam kedua suku itu bentuk struktur masyarakat dan sudah seperti pakaian bagi pemiliknya.
Top of Form

1.9  Pandangan islam terhadap budaya tato
Tato adalah perilaku yang salah dan tidak pantas dilakukan oleh anak muda, remaja, maupun orang tua yang beragama islam. Menghiasi tubuh dengan tato adalah perbuatan menganiaya diri sendiri. Tato bukanlah berhias tetapi merusak kulit tubuh sendiri. Orang yang bertato, hukumya tidak sah jika melaksanakan sholat karena air wudhu sulit menembus bagian kulit yang ditato. Menghiasi bagian tubuh (yang bukan termasuk kewajiban dibasuh saat wudhu) dengan tato seperti di dada atau bagian tubuh yang lain juga tidak diperbolehkan karena tetap saja hal ini akan menghalangi kesucian saat orang yang bertato tersebut melakukan mandi junub atau mandi besar.
Dalam islam ada pintu darurat. Yang dimaksud adalah hal-hal yang sebelumnya haram mungkin saja bisa berubah menjadi halal karena faktor darurat tadi. Misal, orang bertato yang bertaubat. Oleh karena itu sebagai seorang muslim lebih baik tidak mendekati tato. Bertato pada akhirnya akan mempersulit diri sendiri dalam beribadah kepada allah swt. Khusus untuk para remaja, orang tua atau pihak keluarga harus melakukan pendekatan secara hati-hati berkenaan dengan masalah tato ini. Remaja tidak dapat dilarang dengan cara keras atau kasar. Terlebih terhadap masalah yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang digandrungi, seperti menggunakan tato.  


2.1  Solusi yang digunakan agar budaya tato tetap ada dengan perspektif positif
Tato memiliki tujuan dan fungsi yang beragam namun dapat dikatakan tato digunakan untuk memberikan tanda bagi si pengguna. dalam masyrakat jepang, tato difungsikan sebagai suatu bentuk ritual dan kemudian bergeser fungsi menjadi sebuah tanda keluarga (jaman shogun tokugawa), tato pada masyarakat jepang terletak di wajah. pada masyarakat polinesia tato difungsikan sebagai tanda kedewasaan diperuntukkan bagi laki-laki (dibawah pinggang menyerupai celana pendek) dan perempuan (dipergelangan tangan  tangan dan kaki). Pada masyarakat mesir, tato difungsikan sebagai suatu tanda bangsawan dan kecantikan (di alis dan pergelangan tangan). sedangkan pada masyarakat dayak purba, tato difungsikan sebagai tanda bangsawan (pergelangan tangan dan kaki) dan ritual keagamaan yang diperuntukkan bagi pemangku adat serta dukun ( sekujur tubuh ).

1 komentar:

  1. Makna tato suku telah tumbuh menjadi seperti berbagai definisi.Namun, seni suku modern biasanya menyesuaikan gaya dari Aztec, Samoa, Polinesia, India, Anda butuhkan, video dan galeri tentang tato, dan bagaimana menemukan tattoo artist Anda.

    BalasHapus