Selasa, 13 November 2012

Transformasi mata pencaharian di era globalisasi


Setiap masyarakat semasa hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan. Bagi seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat itu dalam waktu lampau akan tampak perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya.  
      Koentjaraningrat (1984:195) menuliskan bahwa kebudayaan memiliki tujuh unsur universal, yaitu: religi, bahasa, kesenian, sistem teknologi, ilmu pengetahuan, organisasi sosial, mata pencaharian. Menurut Paul Landis (1948: 123-131) masyarakat desa mempunyai kecenderungan psikologis sikap konservatisme (filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional, misal menjaga, memelihara atau mengamalkan ) dimana sifat ini dilihat dari penghidupan pokok mereka yaitu bidang pertanian dengan resiko alam yang terlalu besar. Hal ini juga menyebabkan pertanian menjadi sektor yang sangat populer dipedesaan.
      Perubahan sosial mungkin berlangsung dalam berbagai jenis kelajuan; yang lambat, sedang dan cepat, atau secara evolusi dan revolusi. Di sisi lain, adalah hukum alam bahwa ada reaksi karena ada aksi, ada respon bila ada tantangan, ada perubahan karena ada penyebab. Sehingga timbul pertanyaan faktor apakah yang menyebabkan terjadinya proses perubahan itu ?, dengan demikian terlebih dahulu perlu memahami arti istilah penyebab mendatangkan adanya sesuatu hal, sehingga menjadi akibat. Atau, suatu penyeebab seringkali diartikan sebagai suatu fenomena yang diperlukan dan cukup mampu untuk menimbulkan akibat yang bisa diperkirakan. Hal ini mengandung pengertian bahwa tidak akan menemukan akibat tanpa adanya penyebab. Berdasarkan batasan tersebut, maka faktor-faktor penyebab terjadinya proses perubahan antara lain adalah :

1) Bertambahnya atau berkurangnya penduduk. Bertambah dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat menyebabkanterjadinya perubahan struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatan.


2) Penemuan-penemuan baru (inovasi) baik discovery maupun invention. Proses perubahan terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru itu diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.

a)   Discovery 
yaitu penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seseorang individu atau serangkaian ciptaan para individu.


b)   Invention
yaitu masyarakat sudah mengakui, menerima serta sudah menerapkan penemuan baru itu. 
Penemuan baru dalam unsur kebudayaan akan mempengaruhi dan merembes ke unsur kebudayaan yang lain pada kehidupan masyarakat. Apabila dipelajari lebih lanjut tentang penemuan-penemuan baru, terlihat ada beberapa faktor penyebab yang dimiliki oleh masyarkat maupun individu, antara lain: (1) kesadaran individu-individu akan kekurangan dalam kebudayaannya atau kebutuhannya, (2) kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan, (3) perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat. 
5) Perubahan lingkungan hidup. Faktor lingkungan hidup dalam hal ini adalah lingkungan fisik yang dapat memepengaruhi masyarakat (penduduk) untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Temperature yang terlalu tinggi, badai, atau gempa bumi semuanya memberikan pengaruh pada manusia untuk merubah gaya hidup mereka, dan banyak sedikitnya sumber-sumber kekayaan alam akan sangat menetukan jenis kehidupan yang akan dialami oleh kelompok orang tertentu.

Hal di atas di karenakan :
a) kesadaran individu- individu akan kekurangan dalam kebudayaannya
b) kualitas ahli- ahli dalam suatu kebudayaan
c) perangsang bagi aktivitas – aktivitas penciptaan dalam masyarakat
Pengaruh dari penemuan baru tersebut dapat bersifat memancar, menjalar maupun beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.


3) Adanya pertentangan masyarakat (konflik social), mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan pertentangan-pertentangan yang terjadi pada individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan individu.

4) Inovasi (Gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang). Penerimaan atau penolakan suatu inovasi adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang. Jika ia menerima inovasi,dia mulai menggunakan ide baru, praktek baru atau barang baru itu dan menghentikan ide-ide yang telah digantikan oleh inovasi. Model proses keputusan inovasi terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) pengenalan, dimana seseorang mengetahui adanya inovasi itu berfungsi, (2) persuasi, dimana seseorang membentuk sikap berkenaan atau tidak berkenaan terhadap inovasi, (3) keputusan, dimana seseorang terlibat dalam kegiatan yang membawanya pada pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi. (4) konfirmasi, di mana seseorang mencari penguat bagi keputusan inovasi yang telah dibuatnya dan pada tahap ini mungkin terjadi seseorang merubah keputusannya jika ia memeperoleh informasi yang bertentangan.


Adapun bebrapa faktor-faktor lain tentang mata pencaharian, yaitu :

Faktor pendorong utama perubahan mata pencaharian meliputi : bantuan sarana penangkapan dari pemerintah, pemanfaatan waktu luang petani, pelatihan penangkapan ikan, keberhasilan nelayan andon dan perintis serta demonstrasi penangkapan.
Faktor penghambat utama perubahan mata pencaharian meliputi : gelombang yang besar dan pantai yang curam, jiwa kebaharian yang kurang, kesibukan mengurus lading/ternak, memerlukan tenaga dan mental yang kuat dan tidak tahan di laut.

Dampak positif globalisasi
1. Masuknya nilai – nilai positif (disiplin, etos kerja, pentingnya pendidikan)
2. Mempercepat proses pembangunan karena perkembangan iptek
3. Menumbuhkan dinamika terbuka dan tanggap terhadap unsur –unsur pembaruan

Dampak negatif globalisasi
1. Terjadinya cultural shock, yaitu masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi karena tidak siap menerima kenyataan perubahan akibat globalisasi
2. Terjadinya cultural lag yaitu unsur – unsur globalisasi tidak berlangsung secara serempak
3. Anomi, yaitu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan sedang nilai dan norma baru belum terbentuk.


Berikut perbedaan perilaku antara masyarakat pedesaan dan masyarakat kota :

Masyarakat Pedesaan
Masyarakat Kota
Perilaku Homogen
Perilaku Heterogen
Perilaku yang di dasari oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan funsi
Isolasi sosial sehingga statik
Mobilitas sosial sehingga dinamik
Kesatuan dan keutuhan cultural
Kebauran dan diversifikasi kultural
Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
Diversifikasi kultural
Kolektivisme
Individualisme

Banyaknya lapangan pekerjaan yang semakin menjajikan membuat para petani mininggalkan sistem bercocok tanam mereka. Berbagai mata pencaharian seperti apapun mereka tempuh demi mendapatkan upah yang cukup besar. Tapi dengan adanya era globalisasi ini kita harus bisa menyeleksi lapangan mata pencharian yang ada di depan kita. Karena banyak sekali lapangan mata pencaharian yang tidak baik yang mengatas namakan uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar